sendu madu
sendu sore, seseguk tertahan di kerongkongan yang kapan saja bisa pecah menjadi air, tangisan sendu sore, seperti kebanyakan di hari hari bulan november basah oleh macam rasa senang sedih duka bahagia terlalu kecil hati ini, belum mampu menampung banyaknya ragam cerita hari ini, seperti menahan padam amarah wajah diri tak kuat menampung raut kekecewaan, aku manusia biasa maklumilah hari ini hujan turun, sontak hati sedikit berbahagia mencoba menikmati tiap jengkal perjalanan menengadahkan wajah ke atas, memandang langit yang sama sedang sendu bersama mengeluarkan rintik air aku ingin menagis, bersama air hujan membiarkan kedua air bersamaan mengaliri wajah ini membuat diri terlihat lebih tegar karna rintik air mata bukan hanya punyaku, tapi juga punya hujan terima kasih biarlah ini menjadi cerita, agar semakin kuat kedepan menampung kembali banyak cerita