Part 1
JEDA
Kemana harus dibawa, menetap atau berhenti?
1 tahun yang lalu, kubilang padamu untuk tetap bertahan kemudian
waktu tetap saja tidak bisa memahami betapa gundahnya aku dalam proses menunggu.
Entahlah situasi dan kondisi apa ini.
Entahlah situasi dan kondisi apa ini.
Kau tidak pergi tidak pula menetap.
Apa ada yang ingin kau katakan? Tolonglah katakan saja sebelum hati
yang memaksa untuk pergi. Atau ada yang ingin kau putuskan? Sebelum akhirnya
tertinggal hanya pesan penyesalan.
Kedatangan mu adalah tamu baru untukku
Kepergianmu juga adalah kehendakmu
Aku hanya ingatkan padamu
Aku sudah mencoba maju bertahan
Tanpa kau tau pun tak apa
Tapi untuk mencoba kembali setelah pengabaian sekian kali ketika
kau pergi
Aku tak bisa kembali dengan hati yang sama
Maaf ….
Kau telah membentangkan jarak yang cukup lama padaku
Tanpa kata, tanpa pamit, tanpa apa pun
Harusnya kau katakan saja padaku
Apa seyakin itu kau padaku?
Pada wanita yang tidak diberi kepastian
Digantungkan oleh harapan
Dijaga oleh komitmen yang diawang-awang
Apa seyakin itu kau pada wanita ini?
Baiknya berbicara
Baiknya selesaikan
Baiknya dapat untuk saling peduli
Aku tau takdirNYA ada didepan mata
Tapi bisakah tangan manusia ini juga berusaha
Agar tak saling sakiti
Agar tak saling bersangka buruk
Agar tak banyak yang berubah
Dari aku ataupun kamu
Komentar
Posting Komentar