cerpen
kemaren disuruh bikin cerpen sama mba2 nya katanya buat ditempel di mading,orang gak ahli nulis cerpen hha yaudah dicoba dicoba dan inilah hasilnya ckckkc
SURAT
CINTA UNTUK ALLAH
Namaku Nina
priandijelita orang sering memanggilku nina.Anak yang cukup periang,aktif,dan
juga ramah.Semua orang di sekolah maupun
dimasyarakat hampir semua mengenalku,mungkin karena aku yang sedikit rewel dan
banyak berbicara ini membuat orang tak lupa akan celotehku namun kesukaan
berbicaraku ini bukanlah seperti
ngerumpi dan lain-lainya seperti biasa cap masyarakat.Ibuku pernah bilang
padaku bahwa kita harus bisa berbicara didepan umum asalkan apa yang kita
sampaikan pada orang lain itu membawa manfaat dan jangan banyak tertawa sekali
kau tertawa berapa banyak ilmu yang kau buang jadi cukup dengan tersenyum
begitulah beliau katakan padaku,aku selalu mengingat apa yang selalu ia
pesankan.
Namun ceria itu
tak selalu jadi identitas kepribadian yang melekat padaku,buktinya saat itu aku
benar-benar dalam keadaan terpuruk sekali.Hari itu adalah hari perpisahan
sekolah, yang datang bersamaku adalah ayah.Saat acara berlangsung tentu saja
kita berpisah karena antara orang tua dan murid sudah mempunyai tempat
masing-masing.Salah satu acara perpisahan itu memanggil nama-nama yang lulus
dalam beberapa universitas atau sekolah tinggi lainnya yang diajukan oleh
sekolah,waktu pulang dari acara perpisahan ayah bertanya padaku “kok namamu gak
ada ?” ya aku bilang kemarin aku gak ikutan daftar yah walaupun udah dibilang
gitu ayah tetep aja mojokin aku.Saat itu memang bukan waktunya yah begitu aku
ingin katakan pada ayah.Hampir mendekati pengumuman snmptn undangan aku yang tak
begitu yakin lulus akhirnya memutuskan untuk ikut bimbingan belajar,niat itu
aku sampaikan pada orang tuaku ya akhirnya mereka setuju.Dipertengahan
bimbingan belajar pengumuman udah keluar,ternyata bener aku gak lulus.Kecewa
udah jelas sampe nangis kelewat sedihnya,tapi wajah kedua orang tuaku mengingatkanku
bahwa aku harus lebih berusaha lagi.Kuiikuti bimbel itu dengan baik,dan pada
saat ikut program tulis ternyata Allah sudah berkata lain untuk
takdirku.Menangis lagi aku benar-benar sedih.
Segala macam
sudah kuusahakan agar mendapat sebuah surat menyatakan SELAMAT,ya lagi-lagi aku
belum mendapatkan kesempatan itu.Sedih,menangis karena sudah tak kuat lagi aku
curhat pada ibu “ibu tolong doakan aku,biar aku bisa kuliah tahun ini”
pernyataan yang polos itu aku lontarkan padanya.Dan cara terakhirku adalah
membuat surat cinta itu untuk Allah
untuk : Allah
dari : Nina
Allah,aku tak tau kemana harus membagi semua ini.Aku tak ingin menyerah
namun aku merasa suram putus asa ya Allah.Dukungan moril ayah ibuku pun tak
pernah aku dengar lagi,apalagi ayah.Jadi siapa lagi bisa bantu untuk
menenangkan hati ini.Ya Allah,aku tau Engkau maha pemurah Engkau tak akan
memberi masalah selagi ia mampu menyelesaikannya.Berarti aku mampu
menyelesaikannya ya Allah ?
Aku tidak akan pernah memaksa.Jika mereka tak mau,aku akan berusaha
sendiri.Karena aku ingin, aku akan tunjukan.Kuatkan aku apapun yang terjadi Ya
Allah.Semangat itu akan aku tumbuhkan sendiri.Yakinlah bahwa Allah melihat
usahamu J
Surat itu aku tuliskan,subhanallah hatiku merasa lebih
baik.Dan saat itu aku mulai membangun kembali mozaik-mozaik hidup yang sempat
hilang karena sedih tak yakin pada kuasa Allah.
Pagi
itu aku kembali kesekolah bersama temanku untuk mengikuti program universitas
saluran yang ada disekolah.Aku tak bilang pada ayah aku hanya bilang pada
ibu,ia bilang semoga berhasil.Aku tersenyum mendengarnya,kusalami tanganya
dalam hati berdoa Ya Allah semoga berkah J.Beberapa minggu kemudian pengumuman
dan hasilnya SUBHANALLAH ,akhirnya aku membaca kata selamat pada sebuah
surat.Dengan setengah tidak percaya kutelpon temanku dia bilang “ia nin,kamu
lulus selamat ya “ wah luar biasa gembiranya.Aku berlari mencari ibu di
belakang dan memeluknya “ibu aku berhasil,ibu akhirnya aku bisa lulus “ ibuku
tersenyum dan ikut menangis.Tak sabar ingin aku katakan pada ayah berita baik
ini ”saat ayah pulang kerja aku harus bilang ini“.Malamnya langsung aku
sampaikan berita itu “ayah aku lulus,aku akan jadi mahasiswa”dengan cengegesan
dan senang,ayah tersenyum dan bilang “ayo besok kita urus semua
keperluannya“.Terima kasih Allah atas segala berkah itu,aku tidak akan membuang
kesempatan itu.Itulah sebuah janjiku pada Allah .
syukur syukur ni bisa kebikin dalam beberapa jam aja,dan hasilnya hanya seadanya hhe
Komentar
Posting Komentar