Ketika Waktu Belakang Terulur










sebelas kesekian kalinya sebagai bulan terakhir,
saat datang dan pergi menghampiri 
inilah akhir semuanya terjawab,
aku cinta pada hujan yang membawa mendung dan aliran airnya 
ingat saat gelap selalu menemani kita 
ingat saat kerlipan ribuan bintang melihat kita 
ingat saat tembok-tembok putih itu temani kita 
disuatu candaan, tangisan, obrolan serta curahan hatiku :')
 
tembok itu saksi bisu ucapan kita 
lembaran kertas yang kau tulis dengan tinta biru 
itukan janjimu itukan rasa saat silam kita
bagaimana aku mengingatnya 
saat itu indah, indah sekali...
sampai kita lupakan waktu bahwa kita harus sama sama menjauh 
pergi .....
sampai enggan mata ini beralih 
ketika gerbang terbuka, suara mesin motor mulai menyala 
klaksonnya berbunyi itu tanda kau akan menjauh 
namun kita sama-sama enggan untuk cepat beranjak dari tempat itu 

ingat saat rintik hujan membasahi tubuh ini
tak mau kalah dengan cepatnya kilat 
tanganmu begitu peka memayungi dengan mantel tebalmu 
ingat pula saat hujan deras menyapa diwaktu malam 
gemuruhnya sangat menakutkan 
tapi aku merasa tenang berada di belakangmu 
lagi-lagi dengan payungan mantel dibalik punggungmu 
ingat saat aku merasa benar-benar dipermalukan 
kau merubah perasaanku lebih baik

ice cream tembesu kunamakan,
kau mengajaku duduk menikmatinya disaat mereka sedang menyantap makan siangnya
coletan ice cream dibibir  kau berikan tisu untuk menghapusnya 
ingat...
kumencoba merakit kado kecil dari tanganku sendiri,
aku tak mahir, aku tak begitu kreatif 
namun kerena ini untukmu
aku bisa merakitnya, meraut lilin-lilin itu 
kutaburkan pada kertas tebal yang lebarnya cukup menyita beberapa malamku
tapi setelah melihat hasilnya aku puas. telah membuat sesuatu untukmu dari tanganku 

ingat..
ada banyak kata cerita yang aku torehkan padamu 
ada banyak keluhan yang aku gantungkan kepundakmu
ada banyak rasa kecewa yang telah kuberikan padamu 
namun kau yang membuat itu selalu tertutup saat kau berada didekatku

kala itu perasaan sedang menekan batin 
namun masih tetap sama rasanya 
mencintai...
satu kalimat keluar dan itu tetap sama katanya 
dan akhirnya hiduplah sama sama mengegoiskan diri

Entah itu kita atau hanya aku bertahan rasa satu 

11122012

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara (?)

ungkapan hati

apa itu nostalgia???