Ketika Waktu Belakang Terulur
saat datang dan pergi menghampiri
inilah akhir semuanya terjawab,
aku cinta pada hujan yang membawa mendung dan aliran airnya
ingat saat gelap selalu menemani kita
ingat saat kerlipan ribuan bintang melihat kita
ingat saat tembok-tembok putih itu temani kita
disuatu candaan, tangisan, obrolan serta curahan hatiku :')
tembok itu saksi bisu ucapan kita
lembaran kertas yang kau tulis dengan tinta biru
itukan janjimu itukan rasa saat silam kita
bagaimana aku mengingatnya
saat itu indah, indah sekali...
sampai kita lupakan waktu bahwa kita harus sama sama menjauh
pergi .....
sampai enggan mata ini beralih
ketika gerbang terbuka, suara mesin motor mulai menyala
klaksonnya berbunyi itu tanda kau akan menjauh
namun kita sama-sama enggan untuk cepat beranjak dari tempat itu
ingat saat rintik hujan membasahi tubuh ini
tak mau kalah dengan cepatnya kilat
tanganmu begitu peka memayungi dengan mantel tebalmu
ingat pula saat hujan deras menyapa diwaktu malam
gemuruhnya sangat menakutkan
tapi aku merasa tenang berada di belakangmu
lagi-lagi dengan payungan mantel dibalik punggungmu
ingat saat aku merasa benar-benar dipermalukan
kau merubah perasaanku lebih baik
ice cream tembesu kunamakan,
kau mengajaku duduk menikmatinya disaat mereka sedang menyantap makan siangnya
coletan ice cream dibibir kau berikan tisu untuk menghapusnya
ingat...
kumencoba merakit kado kecil dari tanganku sendiri,
aku tak mahir, aku tak begitu kreatif
namun kerena ini untukmu
aku bisa merakitnya, meraut lilin-lilin itu
kutaburkan pada kertas tebal yang lebarnya cukup menyita beberapa malamku
tapi setelah melihat hasilnya aku puas. telah membuat sesuatu untukmu dari tanganku
ingat..
ada banyak kata cerita yang aku torehkan padamu
ada banyak keluhan yang aku gantungkan kepundakmu
ada banyak rasa kecewa yang telah kuberikan padamu
namun kau yang membuat itu selalu tertutup saat kau berada didekatku
kala itu perasaan sedang menekan batin
namun masih tetap sama rasanya
mencintai...
satu kalimat keluar dan itu tetap sama katanya
dan akhirnya hiduplah sama sama mengegoiskan diri
Entah itu kita atau hanya aku bertahan rasa satu
11122012

Komentar
Posting Komentar