SEE

23.18 minggu menjelang sepertiga malam


tak dapat tidur ada sesuatu yang menganjal dalam perasaan ini.
inginkan pelukan untuk menorehkan perasaan ini, inginkan tepukan pundak menandakan bahwa aku akan baik-baik saja.
Aku mengerti aku bukanlah anak dengan umur 9 12 17 tahun yang masih sangat labil..
Yang berkeluh pada ibu berkeluh pada ayah
Yang disisi itu aku tak seharusnya membagi kedukaan pada mereka
Ya aku paham, inilah duniaku dunia yang serba invidualisme tidak akan ada orang yang mampu berbagi tempat denganmu lagi kecuali satu, DIA ..
Terpuruk disatu sisi yang semuanya sebenarnya dapat kau jalani,
Butuh tempat berpijak, suram hampa sekali rasanya
Butuh seseorang untuk menapaki jalan ini,
Duri dunia ini tajam sekali setiap aku lewati aku selalu berdarah olehnya'
Jikalau saja aku bersama-sama KALIAN wahai orang-orang yang mampu mengandeng tangan ini menuju itu...
Duri itu tak kan setajam ini, tak akan seperih ini..
Selama aku hidup aku berusaha untuk selalu mengucap terima kasih
Selama aku hidup aku berusaha untuk mengaku salah dan mengatakan maaf jika kumenyakiti
Inilah sesungguhnya hidup dan nanti akan lebih keras sekali dunia ini, akan menjadi lebih kejam lebih dari ini...
Ini baru proses,
Namun aku inginkan cepat berlalu dunia ini, terlalu kejam dan menyesakan
Ingin benar-benar menumpahkannya pada satu sisi saja
Hanya pada dua tempat TUHANku dan SESEORANG yang tergandeng dalam dunia sebenarnya
Saat ini kubutuh penenangan Tuhan, butuh penyabaran butuh pelukan butuh ..................
Rangkul aku yang ringkih rangkul aku yang merasa hampa
Rangkul aku yang terisak oleh tangisan
Rangkul aku yang menangis ini....
Tuhan tutupan mata mungkin lebih baik saat ini untuk batin yang ingin jauh lebih tenang.


23.42



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara (?)

ungkapan hati

apa itu nostalgia???