CURHAT
Date 00 februari 2013
Tidak terasa sudah 1 tahun aku merasakannya, bangga iya sih
sakit juga iya sih merasakan sederhana iya juga. Setelah berbulan menapak tilas
kejadian lampau aku hanya bisa tersenyum kecut, yang kudapati saat berbenah
kotak-kotak dan buku-buku aku menemukan banyak surat yang dulu kusimpan
baik-baik didalam kotak itu.
Saat ini aku rasa yang tidak dapat menjawab kata-kata dan
tulisan di surat itu ya sang penulis surat. Kini hari ini Aku ingin menjawabanya , ya aku ingin ada disampingmu
Always saat kamu suka ataupun sedih, aku berusaha tak membuatmu kecewa, aku
berusaha untuk mengembalikan rasa ini kepadamu, aku sudah berusaha membantumu
untuk membuat niat kita terwujud salah satunya saat ini aku berusaha menjaga,
membenahi, dan membuat semuanya sempurna disaat yang tepat. Ya aku paham jika
pada awalnya aku yang memulainya, namun karena begitu kuat perasaan ini aku
sudah mencoba kembali, aku sudah berusaha memperbaiki, aku sudah ingin
memulainya dan berkali kali meminta permohonan maaf, tapi sayang begitu sayang
hati kamu sudah tak ingin tinggal. Tapi apakah kamu begitu merasakan sakit
setelah bertahun sudah kita melewatinya, aku merusak dalam beberapa menit saja
dan kamu mengiyakan namun aku sudah berusaha ingin tetap disampingmu, bagaimana
dengan kamu setiap kamu melakukan seperti itu aku selalu memberi kesempatan.
Dan aku sekali ini aku memohon kau lihat saja tidak, segitu jahatnya??
kamu tidak jahat, kamu hanya tidak memahami perasaan satu
sama lain apalagi perasaan perempuan, mungkin sakit seorang laki-laki jauh
lebih sakit jika diperlakukan seeperti itu, namun kamu tidak menyadarinya
sekali lagi kamu tidak memahaminya hati perempuan jauh lebih sakit dibanding
seorang laki-laki, tak apa ini pelajaran....
Tapi jika aku melihat saat ini, apa mungkin tulisan yang kau
buat dan kau janjikan bisa kau pertanggungjawabkan, apa iya niat kita bisa
terwujudnya disaat hanya aku yang mengusahakan semuanya sedangkan kamu dengan
yang lain, apa iya semua bisa terjadi disaat kamu ah sudah itu hanya tulisan
surat dari seorang anak laki-laki yang berusia 17 tahun yang baru belajar
dewasa, tapi aku selalu dan tetap menganggapnya itu adalah sebuah janji dan
sampai matipun akan ditagih jika tak ditepati.
Jangan kesal aku Sudah berusaha untuk melupakanmu, tapi
sampai saat ini sia-sia aku seperti menunggu sebuah janji yang tak kunjung dan
mungkin tak akan pernah datang sang pembuat janji untuk menepatinya. Kesal sama
sepertimu aku juga kesal selalu begini, aku selalu mendoakanmu agar tetap
menjadi orang yang baik haha aku selalu meminta Tuhan menjaga hatiku,
menitipkan kepada sang pemilik hati aku sudah melakukannya, dan aku pun tak
tahu kenapa masih begitu kukuh pada pemikiran. Proses haa pasti bosan mendengar
kata ini tapi apa mau dikata memang semuanya ini butuh proses sama seperti part
sebelumnya.
Aku yakin apa yang sedang kuusahakan ini tak kan sia-sia
Allah sudah mengaturnya ya jika tidak Allah pasti mempertemukan aku dengan yang
lebih baik. J
Komentar
Posting Komentar