pesan masuk
28 tepatnya pukul 22.07
Risau, jantung tiba-tiba berdegup tak biasanya kirim tidak kirim tidak dan akhirnya aku memberanikan diri untuk mengirimnya, dan hasilnya aku sudah menduga tak ada balasnya.
memang begitu kupujokan sedikit nyali ini dan memang adanya seperti itu, aku egois ya pikirku tidak sih sebenarnya hanya saja menjaga sedikit image.
29 tepatnya 14.44
masih bersandar pada tempat tidur dan terbangun di pukul 15. 07 kubuka handphone yang dari tadi memang tak kudengar nada pesannya, ada pesan masuk dan kulihat wah cukup terkejut dan sedikt antusias membacanya dan kubalas namun tak kunjung mendapat respon balik kurasa sinyal cukup mendekatkan antusias ini dengan kekecewaan. Dan beberapa menit kemudian kucoba membalas lewat media lain dan dibalas ternyata kubuang jauh-jauh pikiran picik ini tentang dia tak suka aku kirimin pesan. Berlanjut hingga menjelang sang surya tenggelam ada sedikit perasaan bahagia ada sedikit perasaan kecewa.
Kita jauh sekali seperti kamu tinggal di balik bukit mana dan aku balik bukit mana, kita tak pernah lagi tegur sapa tak pernah saling berbicara tak pernah lagi melihat satu sama lain dan tak pernah ingin tau tapi aku tak begitu. Aku selalu ingin menjalin tali silaturahmi ini tetap kuat, dan aku memang menahan rasa malu jika terus berusaha mendekat padamu, namun aku akan lebih malu dan picik lagi jika aku tak berani berkata jujur walalupun semuanya terasa pahit. Ya aku mencoba menikmati sesuatu yang sangat pahit itu dibagian skenarionya dan mungkin ini akan membuat aku semakin kuat karna terbiasa atau juga akan membuat semakin terlihat bodoh dimatamu. Tak pedulilah semuanya sudah terlanjur.
Cukup aku akan menunggu ini bagaimana ending dari skenarionya, sudah merasa gerah, bosan dan terasa sakit mematikan sebenarnya pahit itu racun dibagian madunya. Dan aku rasa racun sudah menyebar cukup luas dibagian tubuh, ingin segera mencari penawar namun belum mampu dan menemukan penawar itu. Cerita ini benar-benar skenario dari sutradara terhebat dan aku ingin menunggu upah dari cerita ini ya berharap upah ini sesuai dengan permainan yang aku lakoni.
Komentar
Posting Komentar