pait manis dan gula kehidupan

rembulan mencoba datang menemani dibalik malam, namun ternyata dia enggan datang 
gerimis hujan yang kemudian mengantikan, menguras ceritaku malam tadi. mendatangkan sejuta kepiluan dan keputusaasan memberikanku pilihan yang amat sulit, aku digantungkan oleh waktu yang seolah-olah memberikan aku pilihan yang bijak, 
kemudian lagi-lagi aku diputarkan, dipermainkan oleh waktu. apa tidak cukup waktu panjang ini aku berikan?
gerimis berhentilah untuk turun, jangan saat ini kau membuatku beku walau sebenarnya kau tak membuatku dingin sedikit pun. apa yang sebenarnya ingin kau ceritakan dibalik kisahmu, aku tak ingin dengar. sudah cukup mendengarkan dan merasakan yang pahit, coba beri aku sedikit yang manis agar aku merasakan apa itu hidup benar-benar hidup. 

sebenarnya kita sudah mencoba merangkai hal manis masing-masing namun rasa pahit itu masih saja tiba-tiba datang dan membuatku terkadang mual merasakannya. 
sama dengan februari kah?  
februari yang pernah disangka sebuah lantunan indah dibarisan bulan, ternyata membuat kita memilih februari sendiri. aduh apalah itu februari aku tak mengerti yang kutau dia hanya nama bulan apakah ada yang membuatmu terkesan dengan itu?
tidak aku hanya merasakan sedikit kepedihan saat februari ada, kemudian berganti maret april mei juni juli agustus september oktober november desember dan kemudian berganti lagi menjadi tahun. ya deretan bulan itu kemudian berganti dengan tahun berikutnya membuat rasa pahit itu semakin kental. aku belum menemukan campuran rasa manis seperti dirimu telah menemukan sebongkah tambahan gula. pasti rasanya sungguh luar biasa, apa kamu bahagia dengan bongkahan gula itu? kamu pasti tak pernah merasakan lagi itu apa rasanya pait, betulkah? 

dalam sebuah sajak kali ini otakku pun hanya terlintas dengan manis, pahit dan gula.  namun disana ada rembulan gerimis, nanti aku hanya ingin  menuliskan gerimis indah disertai dengan pelangi, pait yang kupunya akan aku tambahkan dengan gula seperti tambahnmu tapi nanti aku akan mencampurkannya dengan gula pasir bukan bongkahan yang tak akan membuatku merasakan sakit ketika merasakannya atau menelannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara (?)

ungkapan hati

apa itu nostalgia???