pola pikir remaja itu sempit
Tepat jam 8 pagi aku berangkat untuk pulang ke kampung halaman, dengan mengendarai travel bermodalkan 75 ribu aku langsung siap meluncur ke kampung tercintah. Rindu ingin mengijakan kaki disana, sudah beberapa bulan tak pulang, namun ada rumor yang tak sedap ah bukan rumor lagi namun kejadian yang tak layak dan tak patut ada harusnya. Ya kejadian pembunuhan 1 orang remaja laki-laki yang ada didaerah sana. Aku terkejut, yang kutau kampung halamanku itu cukup aman dari kejadian-kejadian semcam itu ya mungkin perkembangan jaman, teknologi yang canggih, dan juga remaja yang masih labil. Pembunuhan yang dilakukan oleh para remaja cukup membuatku antusias membuat tulisan ini. Bagaimana pun aku pernah mengalami masa itu, masa remaja yang orang bilang dalam masa labil ya benar remaja saat ini belum dalam keadaan berpikir panjang dan realsistis mereka masih mengedepankan emosi dan perasaan ketimbang logika dan akibat yang terjadi jika mereka melakukan hal tersebut.
Kasus yang kudengar ini, pernah kulihat juga didalam pemberitaan di televisi, dimana pembunuhan yang direncanakan oleh 4 orang remaja laki-laki terhadap 1 orang remaja perempuan. yang dilakukan kalo tidak merampok, memperkosa, atau hanya masalah sepele seperti dendam yang berujung maut. Sungguh ironis memang, saat aku mendengar berita itu pikiranku hanya tertuju pada satu hal apa yang dilakukan oleh remaja ini bunuh orang kok seperti bunuh ayam.
kasus yang kudengar didaerahku juga termasuk kasus yang cukup keji yang dilakukan oleh remaja umuran anak SMA, membunuh dengan memukulkan batu kepala bagian belakang, dipukuli, kemudia motor dibawa lari dan kabar terakhir perempuan yang dibawa oleh korban juga diperkosa oleh pelaku sungguh ya miris sekali remaja-remaja ini.
Memang sulit mengendalikan remaja jika tidak diimbangi dengan ilmu agama, ya ilmu agama disini memberikan peran yang sangat penting buat remaja selain perhatian dan dukungan orang tua ke arah hal positif. Agar anak remaja terhindar dari minum-minuman alkohol, rokok, pergaulan bebas, perilaku anarkis seperti merampok, mencuri, memperkosa, dan juga membunuh.
Orang tua harus memberikan batasan pergaulan kepada anak, bukan dengan mengekang namun dengan membimbing. Ajarkan anak ilmu agama sejak dini, agar dia belajar menjaga diri sendiri jika jauh dari orang tuanya, jauh dari lingkungan yang positif. Agar anak punya tanggung jawab terhadap perilaku yang ia lakukan.
Mau jadi apa negeri ini jika remajanya saja perilakunya sudah melebihi binatang dalam memperlakukan saudaranya sendiri, nauzubillah.
semoga kasus-kasus yang menimpa remaja-remaja ini cukup sampai disini jangan ada lagi kasus-kasus selanjutnya yang melibatkan para remaja.
Komentar
Posting Komentar