PEMBERDAYAAN

Ya hari ini cukup menarik pusat pikiran saya, perkuliahan umum mengenai pemberdayaan masyarakat desa khususnya, narasumber yang dibawa pun keren. ya sempat terpikir oleh saya mengenai peran pemerintah, anggaran dana dsb.
kemana dan dibawa kemana anggaran dana yang dialokasikan untuk kesehatan? 
dan mendengar pula kabarnya alokasi anggaran dana akan lebih sedikit dari tahun kemarin, bagaimana bisa demikian yang kemarin saja masih sempat sempit apa jadinya jika anggaran itu diperkecil. Namun kita tak bisa menyalahakan sepenuhnya kepada pemerintah, mereka juga memiliki program kerja, target dan tujuan mengenai program itu semoga saja walaupun anggaran dana diperkecil, dana yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. 
Dan disini saya bukan menyampaikan tentang anggaran, namun lebih kepemberdayaannya, dalam perkuliahan tadi saya mendengar bagaimana caranya lebih memberdayakan masyarakat agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang sepatutnya. Lagi-lagi bukan ini yang akan lebih kompleks saya bahas namun memang berkaitan dengan pemberdayaan, ROKOK ! MEROKOK ! iya ini yang ingin saya tulisankan. Rokok sebagai penyumbang penghasilan perkapita terbesar pemasukan bagi negara namun sebenarnya bisa membunuh negara. Mungkin istilah itu tepat yang bisa saya  katakan, saya bukan orang sok sehat atau sok idealis namun saya amat sangat kontra sekali dengan mereka-mereka yang merokok tidak pada tempatnya, terutama pada tempat yang sudah jelas tertulis besar dengan tulisan DILARANG MEROKOK!
bukan sok sehat tapi saya memang ingin menghirup udara segar tanpa asap rokok itu saja memang salah, tidak kan?
Pernah suatu ketika saya bersama teman-teman saya menyuarakan hak sebagian manusia untuk menuntut disahkahannya uu tentang tembakau, dan  pada saat itu ditengah-tengah mahasiswa yang berbeda bidang ilmu dengan kami, kami mencoba mengatakan pada mereka mengenai ini. Apakah teman-teman semua ingin negara kita menjadi tuan rumah atas pertemuan negara-negara yang ingin meluncurkan kembali tembakau, iya kita kan kaya namun untuk memperkaya sekelompok orang saja dan kita iya kita hanya korban dari perbuatan mereka. 
Dan pada saat kami menyuarakan hal tersebut, ada seorang lelaki berkata mba saya gak dukung dua-duanya,saya tidak pro atau kontra tentang rokok saya juga tidak merokok namun disini saya akan mengatakan bagaimana nasib buruh pabrik rokok disana jika pabrinya ditutup mau makan apa mereka mau bagaimana hidup mereka? dan pertanyaan ini muncul dari seorang mahasiswa. iya tentu saja kita harus berusaha menempatkan para buruh tersebut tetap bekerja, bukan menjadi buruh pabrik rokok namun buruh pabrik lainnya yang memang masih berhubungan dengan tembakau namun diolah dalam bentuk yang lain. nah bagaimana dengan pendapatan perkapita negara kita? kita punya pendapatan lebih dari rokok, iya memang namun bisa lah pendapatan besar itu kita alihkan pada pendapatan yang berbeda bukan dengan rokok. 
Dan lebih mirisnya lagi, angka kematian dan kemiskinan terus saja bertambah, orang miskin dinegara kita ada banyak, orang miskin yang mengeluarkan uang untuk rokok juga banyak. Ini yang salah pada negara kita, harusnya warga miskin, gizi buruk, stanting, busung lapar harusnya tak ada lagi ya minimal dapat diperkecil angkanya dengan apa? dengan membeli makanan yang mengandung protein makanan yang bergizi dari uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok dengan begitu setidaknya angka kematian dan angka gizi buruk negara kita bisa diminimalisir. Ada lagi rokok dan remaja, salahnya juga penjualan rokok marak bebas dijual termasuk didepan sekolah (miris bukan?) kasian masa depan mereka masih panjang kenapa mesti dirusak dengan barang serupa itu, ada usia  7 8 9 10 11 tahun mereka juga menjadi ikut mencoba barang ini, belom waktunya mereka mencoba itu. Tidakkah kasihan orang-orang ini? 
iklan rokok yang juga didominasi dengan remaja-remaja yang iklan gagah, iklan berani, iklan hebat, iklan apalah itu untuk menarik perhatian, iya mereka menggunakan remaja sebagai ikon dan pasar bagi rokok siapa dirugikan??? kita lagi lagi kita, mereka yang produksi atau yang mencanangkan itu yang akan memakan keuntungnnya. 
Dan mirisnya lagi, yang berpikir untuk hal ini tak banyak.
Mulai dari orang -orang disekeliling kita, ayah saya juga seorang perokok dan ini membuat saya untuk lebih berusaha membuat ayah saya lepas dari rokok. ingatlah rokok itu bukan saja membunuh perokok aktif namun akan lebih cepat membunuh perokok pasif. Bukankah kita tak mau melihat orang-orang yang kita sayangi meninggalkan kita karena penyakit akibat paparan tembakau berwujud rokok ini?  
marilah kita salling ingatkan kepada keluarga kita, sahabat kita, teman kita, ataupun pacar kita untuk berhenti merokok sedini mungkin. marilah kita saling memberdayakan agar tercipta lingkungan kita yang lebih sehat. LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI !! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara (?)

ungkapan hati

apa itu nostalgia???