dari saya untuk ayah

aku persembahkan untuknya yang selalu kurindukan pada setiap waktuku 
dia, yang selalu tampak gagah memberikan teduhan untukku 
dimanapun, kapanpun 
orang yang jarang tersenyum namun selalu menyimpannya dibalik garang wajah
orang yang selalu terlihat kuno namun selalu tepat sebagai pengingat segala tindakan 
saat aku mulai merasa bosan, malas, 
aku harus selalu mengingat wajahmu, itu harus aku lakukan 
sama ketika aku melihat banyaknya wajah-wajah diluar sana 
wajah yang mulai menua namun selalu bersemangat untuk bekerja
aku bangga pada mereka, sama seperti aku bangga padamu, ayah 
rambut yang mulai beruban, badan yang semakin membungkuk 
membuat wajahku merasa tertampar 
bagaimana bisa aku disini hanya bisa menunggu dirimu setiap bulan mengaliriku dengan uang uang dan uang
saat kumulai boros dengan pengeluaran, ku selalu mencoba menginggat kerja kerasmu disana
terik matahari, tempat yang gersang, peluh dengan banyak keringat, berbaur dengan minyak 
ah apapun itu disana tempatmu mencari aliran rezki yang tuhan berikan 
aku hanya bisa menunduk malu, terkadang hanya bisa menangis
janjiku ayah akan jadi seorang sarjana yang bisa membanggakanmu, membanggakanmu, 
cukup membuat kau tersenyum lebar nanti adalah bayaran mahal atas segala penantian itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara (?)

ungkapan hati

apa itu nostalgia???