waktu
waktu,
sudah lama rupanya aku menunggu saat-saat itu
sudah lama ingin menyapa moment itu dengan nada yang amat serius. membicarakan masa depan membicarakan tentang hari ini, esok dan nanti.
mencari satu nama disaat sedang dilanda gundah yang amat sangat, bercerita dengan raut muka yang khas agar bisa dihibur, memasang telinga dan tak memalingkan wajah jauh dari pandangan agar mudah menyambung ranah pembicaraan kita.
mengasah kepekaan yang mungkin selalu kita butuhkan diwaktu kapan pun juga
menyiapkan pundak untuk dapat saling bersandar disaat satu sudah merasa kelelahan
menyiapkan jari tangan untuk dapat memberikan sentuhan semangat kepada pundakmu
menyiapkan hati yang dapat kau singgahi disaat kau merasa sendirian.
waktu
sudah cukup lama aku menantikan itu, namun setelah datang ia hanya singgah dalam waktu yang sangat singkat, mengetuk pintu dan terbuka dengan segala tanda tanya. berjalan begitu saja, mengisi waktu kosong dengan sedikit tebaran bunga. ia hanya datang sesaat, menyenangkan yang merasa kesepian. menemani yang merasa butuh ditemani.
waktu
ia datang hanya sesaat, dengan hanya satu kelimat ia beri es dalam hati yang lainnya, ia selipkan percikan sedikit api pada kata-katanya.
dan akhirnya bunga itu perlahan mati walaupun ia masih ingin tetap tumbuh.
waktu
membuat semuanya berubah
karena waktu tak boleh dipersalahkan
semua terjadi karena kita yang tak mencoba menghargai arti sebuah waktu singkat
Komentar
Posting Komentar