luka rindu lalu terbiasa
Luka dan Rindu
luka dan rindu, lebih tepatnya rindu yang dibalut dengan luka.
Mengapa seperti itu rinduku padamu, aku merindukan kamu namun ketika aku melihatmu wah rasanya sakit seperti luka hingga kuhampir enggan untuk melihatmu.
Dalam suatu kondisi yang kita berdua tau, ini pasti akan terjadi tanpa kita rencanakan sekalipun
Kamu dan aku berada dalam keadaan yang sangat dekat, ini yang sedang kita coba belajar untuk lakukan iyaa terbiasa dengan situasi ini
Namun maafkanlah aku, sebiasanya diriku
Hanya waktu yang akan membuat semua menjadi terbiasa
Aku tahu kebanyakan laki-laki akan cepat mudah lupa dan terbiasa namun tidak dengan aku walapun bisa, aku juga masih menggandalkan sebuah waktu
Pernah dalam sebuah rindu yang menggebu ini aku mengamatimu dari kejauhan mencoba memperhatikan kamu diam-diam hanya untuk melepaskan rindu yang menyelimuti hati
Aku tersenyum saat aku bisa melihatmu tanpa kamu melihatku,
Aku tak tahu disaat aku tak melihatmu apa kamu juga melihatku diam-diam
Apakah sama seperti yang aku lakukan padamu??
haaahaa kita lucu, mencoba menyembunyikan rasa satu sama lain
Malam itu, kutepat berada dibelakangmu
Kau bawa aku dalam keadaan nol, tak mampu berkata apa-apa
Sepanjang perjalanan yang kita lakukan hanya diam, berbicara sesekali
bertanya sesekali kemudian kembali menjadi hening....dan diam
Aku mencoba berkata padamu, namun sulit rasanya mengatakannya hanya sepatah kata saja
lalu aku pun kembali hening diam begitu juga denganmu
Perjalanan pulang aku berusaha untuk bisa mengeluarkan kata ya walaupun hanya sepatah kata
Akhirnya entah keberanian darimana aku berkata padamu "terbiasalah padaku maka aku pun begitu"
Kemudian senyap hening dan kembali diam
Hanya melihat kerlipan lampu-lampu dijalan yang mencoba berkata-kata
Apa ini, ni hanya mencoba untuk terbiasa
luka dan rindu, lebih tepatnya rindu yang dibalut dengan luka.
Mengapa seperti itu rinduku padamu, aku merindukan kamu namun ketika aku melihatmu wah rasanya sakit seperti luka hingga kuhampir enggan untuk melihatmu.
Dalam suatu kondisi yang kita berdua tau, ini pasti akan terjadi tanpa kita rencanakan sekalipun
Kamu dan aku berada dalam keadaan yang sangat dekat, ini yang sedang kita coba belajar untuk lakukan iyaa terbiasa dengan situasi ini
Namun maafkanlah aku, sebiasanya diriku
Hanya waktu yang akan membuat semua menjadi terbiasa
Aku tahu kebanyakan laki-laki akan cepat mudah lupa dan terbiasa namun tidak dengan aku walapun bisa, aku juga masih menggandalkan sebuah waktu
Pernah dalam sebuah rindu yang menggebu ini aku mengamatimu dari kejauhan mencoba memperhatikan kamu diam-diam hanya untuk melepaskan rindu yang menyelimuti hati
Aku tersenyum saat aku bisa melihatmu tanpa kamu melihatku,
Aku tak tahu disaat aku tak melihatmu apa kamu juga melihatku diam-diam
Apakah sama seperti yang aku lakukan padamu??
haaahaa kita lucu, mencoba menyembunyikan rasa satu sama lain
Malam itu, kutepat berada dibelakangmu
Kau bawa aku dalam keadaan nol, tak mampu berkata apa-apa
Sepanjang perjalanan yang kita lakukan hanya diam, berbicara sesekali
bertanya sesekali kemudian kembali menjadi hening....dan diam
Aku mencoba berkata padamu, namun sulit rasanya mengatakannya hanya sepatah kata saja
lalu aku pun kembali hening diam begitu juga denganmu
Perjalanan pulang aku berusaha untuk bisa mengeluarkan kata ya walaupun hanya sepatah kata
Akhirnya entah keberanian darimana aku berkata padamu "terbiasalah padaku maka aku pun begitu"
Kemudian senyap hening dan kembali diam
Hanya melihat kerlipan lampu-lampu dijalan yang mencoba berkata-kata
Apa ini, ni hanya mencoba untuk terbiasa
Komentar
Posting Komentar